Senin, 02 September 2013
pengertian fotography
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Pengertian seni fotography adalahseni atau proses pengambilan gambar dan cahaya pada film
kata fotografi itu sendiri berasal dari bahsa yunani ,photos(cahaya) dan graphos yang berarti tulisan .
Seni fotografi itu sendiri merupakan sebuah gambar bitmap yang bertujuan untuk menyampaikan maksud tertentu atau sekedar untuk keindahan. seni fotografi diambil dari 2 yaitu melalui proses dan melalui suatu moment
Aktifitas berkreasi dengan cahaya tersebut tentunya sangat berhubungan dengan pelakunya(subject)
dan object yang akan direkamsetiap pemotretan mempunyai cara pandang yang berbeda tentang kondisi cuaca ,Pemandangan alam,tumbuhan,kehidupan hewan serta aktifitas manusia ketika melihatnya dibalik lensa kamera. Cara memandang atau persepsi inilah yang kemudian direfleksikanlewat bidikan kamera. Hasilnya sebuah karya foto yang merupakan hasil ide atau konsepdari si pembuat foto
Adreas Feininger (1955) pernah menyatakan bahwa "kamera hanyalah sebuah alat untuk menghasilkan "karya seni". Nilai lebih dari karya seni itu dapat tergantung dari orang yang mengoperasikan kamera tersebut.
Bila sebuah karya foto adalah hasil kreativitas dari si pemotret, tentu saja ada respon dari orng yang memandangnya. Almarhum Kartono Ryadi,Fotografer kawakan di negeri ini pernah berkomentar,bahwa foto yang bagus adalah foto yang mempunyai daya kejut dari yang lain. Pandang tentang bagimana nilai foto yang bagus itu juga dikemukakan oleh Seorang fotografer profesional, Ferry Ardianto.
Menurut dia foto yang informatif yang mencakup konteks,content,dan komposisi (tata letak dan pencahayaan).Maksudnya dia,konteks berarti ada hal yang ingin divisalkan dengan jelas, misalnya tentang pemandangan. Di sisi istilah content maksudnya apa yang ingin ditampilkan untuk memenuhi konteks gambar tersebut.
Fotografi merupakan seni karena tidak saja mengabadikan realitas dalam gambar yang berasal dari permukaan dalam sebuah ruang gelap,tapi lebih dari itu,fotografi memberikan nilai puitis bahasa gambar yang menurut Roland Barthes,dalam semiologi tidak pernah "innocent" karena gambar-gambar tersebut merangkai suatu sistempertanda yang dapat ditangkap.Gambar-gambar
terebut selalu mempunyai tujuan disebaliknya. Sedangkan memandang relitas dalam foto menurut Barthes dalam Seno Gumira adalah proses memotret itu sendiri, demikian Roland Barthes, Sebetulnya merupakan proses penghancuran subyek yang dipandang, sebelum akhirnya dihadirkan sembali analoginya di kertas foto dua dimensi ,Seorang pemandangan menatap subyek yang diprotet melalui mata seorang fotografer,dan tidak bisa lain.
Fotografi sebagian alat komunikasi yang tentu saja tidak dapat ditolak kehadirannya sebagai sebuah teknologi yang berkembang pesat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar