mengulas sedikit tentang dslr yang pernah aku pelajari.... :)
Komponen dasar yang terdapat pada kamera DSLR (sebagian terdapat juga pada kamera Rangefinder), yaitu:
- Lensa
- Diafragma (Aperture)
- Rana (Shutter)
- Sensor gambar digital (Digital Image Sensor)
- Memory Card
- Layar LCD
- Flash eksternal
- Jendela bidik (viewfinder)
3 sekawan yang harus dikuasai
Diafragma (Aperture) atau Bukaan Lensa
Aperture
adalah bukaan pada lensa untuk mengatur volume cahaya yang masuk menuju
sensor gambar digital. Eksposure dari sebuah gambar ditentukan oleh
kombinasi kecepatan rana (Shutter Speed) dan bukaan Aperture. Bukaan
Aperture yang besar akan memberikan cahaya lebih banyak melewati lensa.
Aperture diukur dalam f-stop dan setiap stop melambangkan jumlah cahaya
yang diterima. Aperture jika dikombinasikan dengan Focal Length akan
menentukan ketajaman dari gambar yang dihasilkan (Depth of Field).
Diafragma (Aperture) sebuah lensa
|
f-stop
Fotografer melakukan
penyesuaian bukaan Aperture dengan mengatur f-stop. f-stop merupakan
rasio dari focal length lensa terhadap diameter bukaan Aperture.
Sebagai contoh, lensa dengan focal length 50mm dan
diameter bukaan Aperture 12.5mm akan menghasilkan nilai f-stop f4 (50 ÷
12.5 = 4). Jadi semakin besar nilai numerik f-stop, bukaan Aperture
semakin kecil. Contoh jika di set f2 maka bukaan Aperture adalah besar
dan jika di set f22 maka bukaan Aperture adalah kecil.
Aperture Lensa dalam f-stop
|
f-stop dan tingkat pencahayaan
|
Ketajaman Gambar (Depth of Field, DoF)
DoF
adalah bidang gambar yang fokus dari latar depan (foreground) dan latar
belakang (background) yang ditentukan oleh kombinasi kombinasi bukaan
Aperture dan Focal Length lensa. Aperture yang kecil akan menghasilkan
DoF yang lebih besar. Misal jika Aperture di set f2 maka akan
menghasilkan ruang tajam yang kecil, artinya fokus yang ditangkap kamera
hanya tertuju pada objek itu sendiri sementara foreground dan
background nya akan blur. Jika Aperture di set f22 maka akan
menghasilkan ruang tajam yang besar, artinya fokus akan didapat pada
foreground, background dan objek itu sendiri.
Shutter
adalah suatu mekanisme untuk mengontrol durasi cahaya yang masuk ke
kamera menuju sensor gambar digital yang diaktifkan ketika menekan
tombol untuk memotret. Ketika kamera dalam keadaan diam, maka shutter
akan menutupi semua bagian sensor dan posisi cermin pantul (reflexing
mirror) ke arah bawah sehingga mata dapat melihat objek yang akan di
foto. Ketika tombol untuk memotret ditekan, maka posisi cermin pantul
menutup keatas dan bersamaan dengan itu Shutter akan membuka dan
membiarkan cahaya masuk menuju sensor.
Lamanya
durasi cahaya yang masuk disebut dengan Shutter Speed, satuannya dalam
rentang detik dan 1/sekian detik. Biasanya diset dalam interval “1
stop“, sama halnya dengan aperture, setiap penambahan 1 stop berarti
jumlah cahaya yang masuk menjadi 2 kalinya dan sebaliknya setiap
pengurangan 1 stop berarti jumlah cahaya yang masuk menjadi ½ kalinya.
Range intervalnya adalah sebagai berikut:
…1/1000, 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30, 1/15, 1/8, 1/4, 1/2 ,1, 2, 4, 8, 15, 30….
Semakin
ke kiri berarti semakin cepat kecepatan shutternya dan semakin sedikit
cahaya yang bisa masuk, sebaliknya semakin ke kanan, berarti semakin
lambat kecepatan shutternya dan semakin banyak cahaya yang masuk.
iso
ISO atau ASA adalah kepekaan sensor yang
ada pada sebuah kamera digital terhadap cahaya. Semakin besar nilai ISO,
maka semakin besar pula kemampuan sensor kamera terhadap penyerapan
cahaya yang masuk.
Nilai ISO pada kamera umumnya memiliki
perbedaan. Kamera tertentu mempunyai mempunyai ISO 80 hingga ISO 3200.
Bahkan untuk tipe kamera pada saat sekarang tehknologi ISO semakin
berkembang hingga mencapai ISO 25600. Kebayang kan kalo punya kamera
dengan ISO setinggi itu? dalam keadaan gelap pun kamera dapat
memaksimalkan dalam perekaman gambar/foto.
Kelebihan pemakaian ISO tinggi dalam
memotret sebuah objek saya sarankan untuk hanya memotret sebuah objek
yang benar-benar minim cahaya. Kenapa demikian ? memaksakan merekam
gambar/foto dalam keadaan gelap untuk terlihat terang tak lepas dari
bahaya NOISE. Anda harus bisa pintar dan jeli dalam penggunaan ISO dan
saya sarankan belajar pula mengenai editing foto melalui Solfware
desainer seperti Photoshop ( akan segera di bahas pada blog ini :) ).
Solfware photoshop sangat luar biasa . Disitu anda bisa membuat foto
lebih indah serta meminimalisir NOISE pada foto akibat penggunaan ISO
tinggi. Namun demikian, sebagai desainer yang kreatif NOISE pun bisa
menjadi sebuah karya loh ! NOSIE pada foto bisa memunculkan kesan
tertentu pada foto misalnya foto-foto yang bertemakan masa lampau serta
dapat memunculkan kesan klasik.
|
|
Like this!
BalasHapus